Home | About Me | Contact Me | Network Tool | Publisher | Page Rank | Traffic | InJournalist | Paypal | Cek Google

Jagonya Hosting & Domain Murah
BERHADIAH PEMENANG KASUS PENIPUAN http://giritontro.blogspot.com

Mar 8, 2008

Gus Dur Teman Baik Aying

Surya, 8 Maret 2008, halaman 10

*Periksa Juga Jaksa Agung

JAKARTA, SURYA - Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengakui dirinya berteman baik dengan Artalita Suryani alias Aying, tersangka penyogok jaksa Urip Tri Gunawan. Gus Dur bahkan berniat membesuk perempuan yang sedang dikurung di bui Polda Metro Jaya itu.

"Dia itu teman baik saya, kok. Sekarang pun saya berniat mengunjungi dia, menunjukkan simpati moral, tapi tidak lebih dari itu," Gus Dur di sela acara kerja sama PKB dengan Mahkamah Konstitusi (MK) di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (7/3) sore.

Disinggung soal perlunya penyidikan kasus BLBI dibuka lagi setelah disetop oleh Kejaksaan Agung, Gus Dur mengatakan setuju. Ketua Dewan Syuro DPP PKB itu bahkan menyebut tidak hanya para jaksa dalam tim 35 yang mesti diperiksa, tapi juga Jaksa Agung Hendarman Supanji.

"Yah, Jaksa Agung-nya juga harus diperiksa, masak orang lain aja. Yang meriksa, ya presiden," kata Gus Dur, tertawa ngakak. Mengenai status Aying di kepengurusan PKB, Gus Dur membantahnya.

Menurut dia, Aying memang sempat ditawari sebagai bendahara PKB. "Tapi nggak dijawab-jawab sama dia. Jadi statusnya, ya belum bendahara PKB. Rupanya waktu itu dia masih berat di Golkar," kata Gus Dur.

Saat ditanya mengapa nama Aying muncul dalam website resmi PKB sebagai bendahara, Gus Dur hanya menjawab singkat. "Ya nggak tahu, kalian tanyakan saja pada yang buat website," tukasnya. Akankah Gus Dur memberikan bantuan hukum pada Aying? “Ngapain, itu urusan dia," potongnya.

Sebelumnya, kader PKB Aris Junaidi mengakui dirinya yang membawa Aying masuk PKB karena sering bertemu di Lampung, kota asal Aying. PKB di bawah Muhaimin Iskandar sempat mengangkat Aying sebagai bendara umum PKB tapi dua hari kemudian Aying mengundurkan diri.

Pada Minggu (2/3) lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencocok Aying bersama jaksa Urip. Mereka sedang transaksi uang suap sekitar Rp 6,1 miliar di rumah konglomerat Sjamsul Nursalim, Jl Terusan Hang Lekir II, WG 9, RT06/02 Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Jaksa Urip adalah Ketua Pemeriksa Kasus BLBI II yang melibatkan Sjamsul, obligor kakap BLBI. Sedangkan Aying orang dekat Sjamsul. Kasus Nursalim baru dua hari sebelumnya disetop Kejagung. had

0 tanggapan:

SITUS BERHADIAH                                 SITUS PEMENANG
http://giritontro.blogspot.com             KASUS PENIPUAN