Kiamat Internet

. Apr 27, 2008
  • Agregar a Technorati
  • Agregar a Del.icio.us
  • Agregar a DiggIt!
  • Agregar a Yahoo!
  • Agregar a Google
  • Agregar a Meneame
  • Agregar a Furl
  • Agregar a Reddit
  • Agregar a Magnolia
  • Agregar a Blinklist
  • Agregar a Blogmarks

Sepekan ini, dua wartawan senior, tepatnya sepuh, dari dua koran
berbeda mengarang tema serupa. Pertama, Ninok Leksono dari Kompas.
Kedua, lupa namanya tapi jelas di Koran Tempo. Judul karangan penulis
pertama susah kuingat dan uraiannya ngintelek, ndakik-ndakik. Yang
kedua renyah tanpa mengguruh. Mereka berbagi keprihatinan soal
kemungkinan macetnya Internet di masa depan yang tak terlalu lama. Itu
jika mulai sekarang tidak ada upaya sungguh untuk membangun jalan tol
informasi. Sementara, kendaraan rakus muatan semakin lalu-lalang.
Mereka adalah video-video aneka format yang menyesaki gerobak besar
bernama Youtube, Google Video, Yahoo Video, Metacafe, Megavideo, dll.
Konon, rombongan ini baru 30 persen dari total lalu lintas di
Indonesia. Artinya, yang 70 persen masih bersahaja, cuma bawa citra
dan kata-kata. Persentase ini akan berubah sebaliknya di masa depan
yang tak terlalu jauh. Uraian ini sama-sama merujuk ke "seorang pakar"
yang jelas disebut oleh penulis kedua tapi tidak oleh yang pertama.
Penulis kedua memberi kepala karangannya sebagai "Kiamat Internet".
Judul bergenre bombastisme tapi cukup menyadarkan tanpa berseru soal
betapa tak perlu upload video tak mutu macam kopi acara Empat Mata
asuhan Tukul. Kini, gerobak (tak) sebesar Youtube juga berseliweran di
Indonesia, misalnya videoku.tv atau layartancap.com. Ingin menyumbang
pencepatan atau pelambatan Internet?

0 Comments: