Menunggu Paskah Bunuh Diri

. Aug 7, 2008
  • Agregar a Technorati
  • Agregar a Del.icio.us
  • Agregar a DiggIt!
  • Agregar a Yahoo!
  • Agregar a Google
  • Agregar a Meneame
  • Agregar a Furl
  • Agregar a Reddit
  • Agregar a Magnolia
  • Agregar a Blinklist
  • Agregar a Blogmarks

Bunuh diri, kukira, adalah cara terbaik bagi Paskah Suzetta. Dia orang
terhormat, punya nama baik. Tapi, belakangan terbongkar belangnya.
Cuman, saranku, sempatkan bikin surat wasiat agar sekira Rp 2 miliar
hartanya diserahkan langsung ke fakir miskin. Uang rakyat yang diduga
dia gasak saat jadi anggota DPR dari Golkar (1999-2004) memang 'cuma'
Rp 1 miliar. Kelebihan Rp 1 miliar itu anggap saja bunganya plus
denda. Belang Paskah mula-mula dibongkar Hamka Yandhu, kawan separtai
dan sekomisinya di DPR. Hamka bersaksi, semua kawannya di Komisi IX
DPR kecipratan bagian dana Rp 31,5 miliar dari Yayasan Pengembangan
Perbankan Indonesia. Pokoknya ini kasus suap. Paskah yang kini jadi
menteri (hakikatnya jongos) Presiden Bambang terima Rp 1 miliar. MS
Ka'ban, menteri dari partai paling Islam, terima Rp 300 juta. Ini
semua kata Hamka Yandhu, bukan ulama besar Buya Haji Abdul Malik Karim
Amrullah (Hamka). Tapi Ka'ban belum terlalu pantas bunuh diri meski
bersumpah di masjid bahwa dia tak terima sogok. Soalnya, dia belum
ketahuan berupaya cuci tangan. Minimal dia hanya perlu operasi plastik
jadi mirip Tukul atau siapalah yang sekiranya pantas. Lain dengan
Paskah yang berlaku sebagai the godfather pengatur siasat agar semua
kawan sekomisinya sesama mafia Senayan selamat. Dia ingin orang Bank
Indonesia kembalikan duit Rp 31,5 miliar ke Yayasan. Maksudnya supaya
tidak diketahui duit itu mampir ke kantong jamaah mafia. Ini kesaksian
pejabat BI di muka sidang. Layak dipercaya. Paskah menyusun dan
melaksanakannya saat jadi menteri, punya kuasa.
※※※
PASKAH BUNUH DIRI DI HARI PASKAH
Kira-kira judul seperti itulah yang pas buat semua koran kalau memang
terjadi, entah besok entah lusa. Eh, jangan lupa surat wasiatnya, ya.

0 Comments: